Vendor Ponsel Honor Tanggapi Rumor Daftar Hitam AS

Honor dianggap sebagai masalah keamanan oleh badan keamanan di Amerika Serikat.
25 September 2021 12:49 WIB • Bacaan 2 menit
Honor Magic3 Pro+ 5G Honor Magic3 Pro+ 5G
Honor Magic3 Pro+ 5G yang menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 888+ 5G. Ilustrasi: Honor Global.

Pemerintah Amerika Serikat tengah menjajaki kemungkinan untuk memasukkan vendor ponsel Honor ke dalam daftar hitam mereka. Perusahaan yang berada di dalam daftar hitam itu, sederhananya, tidak akan dapat melakukan transaksi dengan perusahaan teknologi Amerika Serikat.

Salah satu perusahaan yang telah masuk ke dalam daftar hitam ialah Huawei. Padahal, sebelumnya bisnis mereka tengah menapaki kejayaan. Kini, kinerja Huawei dinilai mengalami penurunan seiring pemberlakuan larangan ekspor teknologi dari AS.

Honor, yang dahulu merupakan sub-brand dari Huawei, tengah menghadapi masalah yang sama. Mereka dianggap oleh badan keamanan di Amerika Serikat sebagai ancaman nasional.

Namun, meski diterpa rumor yang tidak mengenakkan itu, perusahaan mengklaim akan tetap fokus pada pengembangan bisnis mereka. CEO Honor, Zhao Ming, menjelaskan bahwa mereka akan bergerak ke arah yang lebih transparan, termasuk mempertimbangkan kemungkinan untuk melepas saham perusahaan kepada publik.

Untuk diketahui, Honor juga diduga menjadi perpanjangan tangan pemerintah Cina. Shenzhen Zhixin New Information Technologi Co., perusahaan yang menaungi mereka, kabarnya dibentuk oleh dua investor yang didukung oleh pemerintahan Cina. Oleh karenanya, melepas saham tampaknya akan menjadi salah satu opsi untuk mematahkan anggapan itu.

Meski demikian, Zhao menegaskan, meski tidak menampik rencana pelepasan saham, pihaknya tidak memiliki rencana untuk melakukannya dalam waktu dekat ini.

“Kami tidak mengecualikan kemungkinan listing perusahaan di masa depan. Tapi kami akan bergerak lebih dulu ke arah yang lebih transparan,” ujarnya, dikutip dari IT Home.

Apabila nantinya pemerintah AS memasukkan Honor ke dalam daftar hitam mereka, maka apa yang dialami Huawei juga akan dialami Honor. Seperti misalnya Huawei yang tidak lagi bisa menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 5G di ponsel mereka.

Terkait hal itu, Zhao Ming mengatakan bahwa untuk saat ini, sejumlah vendor asal Cina lainnya seperti Xiaomi, OPPO, dan Vivo tidak kesulitan untuk beralih ke chipset lainnya (seperti MediaTek) sehingga ia mengklaim bahwa hal tersebut tidak menjadi ancaman serius. Honor juga berkilah bahwa pihaknya akan melakukan lebih banyak lagi untuk meningkatkan pengalaman konsumen terhadap produknya melalui berbagai optimalisasi pada perangkat lunak mereka.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.