Vivaldi Jadi Browser Bawaan Linux Manjaro Cinnamon

Browser Vivaldi menawarkan kustomisasi yang mampu memberikan pengalaman unik bagi penggunanya.
9 September 2021 15:10 WIB • Bacaan 3 menit
Vivaldi + Manjaro Vivaldi + Manjaro
Ilustrasi: Vivaldi

Vivaldi Technologies mengumumkan bahwa peramban atau browser mereka telah menjadi browser bawaan pada distribusi Linux Manjaro edisi Cinnamon. Cinnamon merupakan edisi komunitas dari Manjaro yang membawa lingkungan desktop Cinnamon yang diperkenalkan oleh Linux Mint.

Repositori dari distribusi Manjaro telah menyediakan Vivaldi sehingga para pengguna dapat dengan mudah memasang browser yang dibangun dengan bersumber dari kode Chromium tersebut. Manjaro juga menyertakan tema (tampilan) khusus yang selaras dengan tema distribusi Manjaro secara keseluruhan.

Tampilan antarmuka Vivaldi pada distribusi Linux Manjaro Edisi Cinnamon. Sumber: Manjaro.

Mengutip siaran media Vivaldi yang dipublikasikan pada 7 September 2021, browser tersebut menawarkan kustomisasi yang mampu memberikan pengalaman unik bagi penggunanya. Bahkan, tingkat kontrol kustomisasi mereka melebihi apa yang dapat diberikan browser lainnya.

Kustomisasi segala aspek antarmuka Vivaldi yang dapat disesuaikan dengan keinginan pengguna. Sumber: Manjaro.

Meski menawarkan tema atau tampilan bawaan, peramban tersebut dapat lebih jauh disesuaikan dengan selera penggunanya. Anda bahkan dapat mengatur tampilan antarmukanya untuk beradaptasi dengan warna situs web yang sedang dikunjungi.

CEO Vivaldi Tehchnologies, Jon von Tetzchner, menegaskan bahwa selain kustomisasi, browser mereka juga menawarkan keamanan bagi pengguna. Pihak mereka mengklaim tidak pernah melakukan pelacakan dan pengumpulan data pribadi terkait penggunanya. Mereka juga tidak akan berkompromi dengan urusan privasi sehingga dalam browser mereka tersemat teknologi yang dapat mencegah terjadinya gangguan privasi pengguna.

Untuk diketahui, perusahaan yang menaungi browser Vivaldi didirikan oleh Tatsuki Tomita dan Jon Stephenson von Tetzchner. Tetzchner sendiri merupakan mantan co-founder dan CEO dari Opera Software, perusahaan yang membidani lahirnya browser Opera.

Browser yang mencoba untuk menghadirkan fitur unggulan peramban Opera versi lampau itu menawarkan fitur kustomisasi “tanpa batas” kepada penggunanya, sama halnya dengan Opera dahulu. Tampilan antarmuka peramban tersebut dapat diubah, dimodifikasi, dan ditambahkan sesuai dengan keinginan pengguna.

Fitur Vivaldi yang mampu menyandingkan dua atau lebih tab di dalam satu layar. Sumber: Manjaro.

Peramban yang juga hadir di platform Android itu juga membawa sejumlah fitur unggulan lain seperti pengelompokan tab, kemampuan untuk menyandingkan dua atau lebih tab yang berbeda, klien surel bawaan, pemblokir iklan, hingga mouse gesture.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.