BPOM AS Setujui Vaksin Booster Pfizer untuk Kelompok Rentan

Persetujuan vaksin booster tersebut untuk sementara waktu hanya berlaku bagi vaksin Pfizer dan BioNTech.
23 September 2021 10:20 WIB • Bacaan 3 menit
Vaksin booster pfizer Vaksin booster pfizer
Ilustrasi: Unsplash/Parang Mehta

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan persetujuan untuk penggunaan vaksin booster bagi warga berusia 65 tahun ke atas, berisiko tinggi terkena penyakit parah, petugas kesehatan, dan lainnya yang berisiko tinggi terpapar virus korona di tempat kerja.

Untuk sementara waktu, sebagaimana dilansir The Verge, persetujuan tersebut hanya berlaku untuk vaksin Pfizer dan BioNTech. Belum ada pedoman atau persetujuan untuk vaksin dari Moderna, Johnson & Johnson, dan lainnya.

Persetujuan tersebut diambil setelah sebelumnya sebuah komite penasihat di badan tersebut telah meninjau data-data dan menyatakan persetujuan terhadap pemberian dosis vaksin booster untuk orang berusia 65 tahun ke atas. Selain itu, orang yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 oleh karena pekerjaannya (misal: tenaga medis) juga direkomendasikan untuk menerima dosis vaksin ketiga dari BioNTech-Pfizer.

Dengan persetujuan yang diberikan BPOM AS atau FDA itu berarti badan tersebut menerima rekomendasi yang telah diberikan komite independen sebelumnya. Maka, otorisasi penggunaan darurat akan segera dikeluarkan untuk pemberian vaksin booster atau vaksin ketiga Pfizer. Pemberian booster vaksin tersebut direkomendasikan setidaknya enam bulan setelah menerima dosis kedua.

Meski memberikan lampu hijau untuk vaksin booster bagi kalangan usia 65 tahun ke atas dan pekerja berisiko, komite independen menolak memberikan persetujuan untuk pemberian vaksin booster kepada semua orang berusia 16 tahun ke atas. Salah satu pertimbangan mereka terhadap penolakan tersebut ialah belum tersedianya data yang meyakinkan terkait kebutuhan vaksin ketiga bagi kelompok usia muda tersebut.

Komite bersepakat bahwa pemberian vaksin ketiga tersebut kemungkinan besar memiliki manfaat bagi kelompok usia 65 tahun ke atas karena memiliki risiko tingkat keparahan yang tinggi apabila terinfeksi Covid-19. Berbeda halnya dengan kalangan usia muda yang dinilai memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami infeksi yang lebih parah.

Untuk diketahui, sebagian besar data yang digunakan untuk peninjauan tersebut berasal dari luar AS, salah satunya Israel. Sebab, Amerika Serikat tidak memiliki sistem perawatan kesehatan terpusat yang memungkinkan pengumpulan data secara terpusat dan terukur.

Bila dihitung dari jumlah penduduknya, Israel merupakan negara tercepat untuk memberikan vaksin Covid-19 bagi warganya. Di sana, mayoritas warga menerima suntikan dosis vaksin Pfizer di mana negara tersebut memang memiliki stok vaksin Pfizer yang melimpah.

Israel juga dilaporkan menjadi negara pertama yang menawarkan dosis ketiga secara resmi, dimulai pada 1 Agustus lalu, untuk mereka yang berusia di atas 60 tahun. Hingga 3 September 2021, setidaknya lebih dari 2,5 juta warga Israel yang telah menerima suntikan dosis ketiga.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.