Komite di BPOM AS Setujui Vaksin Booster untuk Kelompok Rentan Covid-19

Vaksin booster atau vaksin ketiga juga direkomendasikan untuk orang yang melakukan pekerjaan dengan risiko tinggi terpapar Covid-19.
18 September 2021 09:40 WIB • Bacaan 3 menit
Vaksin booster cegah Covid-19 Vaksin booster cegah Covid-19
Ilustrasi: Unsplash/Mat Napo

Sebuah komite penasihat independen untuk Food and Drug Administration (BPOM Amerika Serikat) telah menyatakan persetujuan terhadap pemberian dosis vaksin booster untuk orang berusia 65 tahun ke atas. Selain itu, orang yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 oleh karena pekerjaannya (misal: tenaga medis) juga direkomendasikan untuk menerima dosis vaksin ketiga dari BioNTech-Pfizer.

Apabila BPOM AS menerima rekomendasi yang diberikan tersebut, sebagaimana disebut Ars Technica, maka otorisasi penggunaan darurat akan dikeluarkan untuk pemberian vaksin booster atau vaksin ketiga Pfizer. Pemberian booster vaksin tersebut direkomendasikan setidaknya enam bulan setelah menerima dosis kedua.

Vaksin Pfizer. Foto: Unsplash/Jesse Paul.

Meski memberikan lampu hijau untuk vaksin booster bagi kalangan usia 65 tahun ke atas dan pekerja berisiko, komite independen tersebut menolak memberikan persetujuan untuk pemberian vaksin booster kepada semua orang berusia 16 tahun ke atas. Salah satu pertimbangan mereka terhadap penolakan tersebut ialah belum tersedianya data yang meyakinkan terkait kebutuhan vaksin ketiga bagi kelompok usia muda tersebut.

Komite bersepakat bahwa pemberian vaksin ketiga tersebut kemungkinan besar memiliki manfaat bagi kelompok usia 65 tahun ke atas karena memiliki risiko tingkat keparahan yang tinggi apabila terinfeksi Covid-19. Berbeda halnya dengan kalangan usia muda yang dinilai memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami infeksi yang lebih parah.

Secara umum, penelitian menunjukkan bahwa kemanjuran vaksin Covid-19 terus berkurang seiring dengan varian baru dari virus korona. Namun, vaksinasi yang diberikan terbukti memberikan perlindungan untuk mencegah potensi rawat inap atau tingkat keparahan yang lebih lanjut dari infeksi.

Mengutip CDC, vaksin booster adalah dosis vaksin yang diberikan kepada seseorang yang telah memiliki perlindungan yang cukup setelah vaksinasi, tetapi kemudian perlindungan itu menurun seiring waktu (penurunan kekebalan).

Di Indonesia sendiri, pemberian vaksin booster ditujukan untuk para tenaga medis yang berjuang menangani pandemi Covid-19. Adapun vaksin yang digunakan untuk booster vaksin sebelumnya ialah vaksin Moderna.

Vaksin Moderna. Foto: Unsplash/Ian Hutchinson.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menegaskan, vaksin Moderna tersebut hanya diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang kesehatan sebagai vaksin ketiga.

“Kami mengimbau kepada pemerintah daerah untuk memberikan vaksin Moderna sebagai dosis ketiga hanya kepada nakes. Selain untuk nakes, vaksin Moderna juga diperuntukkan bagi publik, khususnya ibu hamil dan masyarakat yang memiliki komorbid, yang belum pernah mendapatkan vaksinasi sama sekali,” ujar Siti Nadia Tarmizi, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.