Kabar Baik! Vaksinasi Lengkap Kurangi Risiko Infeksi dan Kematian Akibat Varian Delta

Seluruh penelitian berimplikasi pada anjuran bagi masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 yang ditawarkan pemerintah.
11 September 2021 16:17 WIB • Bacaan 3 menit
Vaksinasi Covid-19 Presiden Jokowi Vaksinasi Covid-19 Presiden Jokowi
Presiden Joko Widodo menerima dosis perdana vaksin Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 13 Januari 2021. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Jumat, 10 September 2021, mempublikasikan tiga penelitian terkait vaksinasi Covid-19. Sebagian besar vaksin Covid-19 dalam penelitian tersebut dilaporkan mampu bertahan melawan varian delta yang sangat menular.

Penelitian mengungkap, secara umum, orang yang memperoleh dosis vaksinasi Covid-19 secara lengkap memiliki kemungkinan 5 kali lebih kecil untuk terinfeksi varian delta, sekurangnya 10 kali lebih kecil kemungkinan untuk dirawat di rumah sakit, juga setidaknya 10 kali lebih kecil kemungkinan untuk meninggal karena terinfeksi varian tersebut.

Sumber: Scobie HM, Johnson AG, Suthar AB, et al. Monitoring Incidence of COVID-19 Cases, Hospitalizations, and Deaths, by Vaccination Status — 13 U.S. Jurisdictions, April 4–July 17, 2021. MMWR Morb Mortal Wkly Rep. ePub: 10 September 2021.

Studi lain yang dipublikasikan mengungkap, vaksin Moderna lebih efektif dalam mencegah kemungkinan rawat inap dari vaksin BioNTech-Pfizer dan Johnson & Johnson yang digunakan dalam penelitian. Penilaian tersebut didasarkan pada penelitian terbesar di Amerika Serikat mengenai efektivitas dari ketiga vaksin yang melibatkan kurang lebih 32.000 pasien. Adapun secara keseluruhan, ketiga vaksin tersebut disebut 86 persen efektif dalam mencegah rawat inap akibat terinfeksi varian delta Covid-19.

Secara garis besar, seluruh penelitian berimplikasi pada anjuran bagi masyarakat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 yang ditawarkan pemerintah. Mendapatkan vaksinasi tersebut berarti melindungi diri dan masyarakat terhadap penyebaran Covid-19, termasuk varian delta yang saat ini berkontribusi terhadap peningkatan kasus harian di sebagian besar negara.

“Intinya adalah ini: Kami memiliki alat ilmiah yang kami butuhkan untuk menghadapi pandemi ini. Vaksinasi berfungsi dan akan melindungi kita dari komplikasi parah Covid-19,” kata Direktur CDC Rochelle Walensky.

Di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pada Kamis lalu yang mewajibkan vaksinasi Covid-19 bagi jutaan pegawai pemerintah. Selain itu, vaksinasi juga akan diperuntukkan bagi 17 juta pekerja kesehatan dan pekerja lain yang bekerja di fasilitas yang menerima dana pemerintah.

Sementara di Indonesia, pemerintah mewajibkan sektor industri untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mengatur para pekerja mereka yang memasuki lingkungan kantor. Sejumlah fasilitas publik seperti mal juga akan menggunakan aplikasi tersebut.

Dengan penggunaan resmi dari PeduliLindungi, jumlah keikutsertaan warga terhadap vaksinasi Covid-19 diharapkan akan semakin meningkat mengingat penggunaan aplikasi PeduliLindungi mensyaratkan vaksinasi untuk dapat memasuki suatu area publik tertentu.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.