Uni Eropa Ingin Seragamkan Port Charger Smartphone

Apabila proposal penyeragaman port charger tersebut disetujui, maka Apple akan menjadi vendor yang paling terdampak.
23 September 2021 16:07 WIB • Bacaan 3 menit
Port charger USB dan Thunderbolt Port charger USB dan Thunderbolt
Ilustrasi port pengisian daya yang berbeda. Foto: Unsplash/Steve Johnson.

Komisi Eropa dilaporkan akan mempresentasikan proposal mengenai ponsel, tablet, dan headphone yang dipasarkan di Uni Eropa. Proposal tersebut bertujuan untuk menyeragamkan port charger atau pengisian daya di semua merek smartphone.

Melansir Reuters, via XDA Developers, Uni Eropa menginginkan semua perangkat menggunakan satu standar port charger yang sama untuk mengurangi dampak lingkungan serta memudahkan konsumen dengan hanya membawa satu pengisi daya untuk semua smartphone yang dimiliki.

Meski tidak disebutkan secara spesifik standar port charger yang hendak diajukan, tampaknya Uni Eropa akan cenderung memilih USB tipe C karena saat ini port tersebut merupakan yang paling banyak digunakan di seluruh perangkat, terutama ponsel Android. Proposal tersebut juga menyarankan agar vendor tidak lagi menyertakan pengisi daya dalam paket penjualan mereka.

Selain smartphone, saat ini sejumlah laptop dan perangkat lainnya juga telah menggunakan USB tipe C sebagai port charger mereka. Apabila proposal tersebut disetujui, maka Apple akan menjadi vendor yang paling terdampak.

Apple diketahui memiliki perangkat iPhone, iPad, dan AirPods yang menggunakan port charger Thunderbolt milik mereka sendiri. Padahal, iPad jenis tertentu dan MacBook yang lebih premium telah menggunakan port USB tipe C.

Port charger Thunderbolt Apple. Foto: Apple.

Apple sendiri mengatakan bahwa aturan yang memaksa penyeragaman port charger dapat menghalangi inovasi para perusahaan. Meski demikian, pendirian Apple yang menginginkan penggunaan port pengisian daya mereka sendiri disinyalir lebih didasari pada alasan ekonomi di mana pengisi daya Thunderbolt milik mereka telah menghasilkan sejumlah pendapatan bagi Apple.

Sebelumnya, pemerintah Jerman juga dilaporkan mendorong Uni Eropa untuk mewajibkan para produsen ponsel pintar untuk memberikan pembaruan keamanan selama tujuh tahun, termasuk jaminan terhadap suku cadang dari produk yang dibeli konsumen. Permohonan Jerman itu disebut berdurasi dua tahun lebih lama dari proposal yang diajukan Komisi Eropa.

Uni Eropa sendiri mendasarkan proposal mereka untuk kepentingan lingkungan di mana dengan masa dukungan yang lebih lama para pengguna ponsel dapat menyimpan dan menggunakan ponsel mereka juga dalam waktu yang lebih lama dari biasanya.

Baca Juga:

Nokia G50 5G Resmi Meluncur di Eropa

Gawai • 23 September 2021 08:00 WIB
Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.