Kelangkaan Chipset Sebabkan Pengiriman Smartphone Global Terganggu

Sejumlah vendor smartphone menyatakan bahwa mereka hanya menerima 70 persen dari total pesanan komponen utama dan terpengaruh akibat kelangkaan chipset.
1 Oktober 2021 08:03 WIB • Bacaan 2 menit
Kelangkaan chipset Kelangkaan chipset
Sumber: Unsplash/

Sejumlah vendor smartphone bersiap untuk memperluas pasar setelah perlambatan ekonomi pada 2020 akibat Covid-19. Namun, di tengah upaya tersebut, industri smartphone justru harus berhadapan dengan masalah kelangkaan chipset dan komponen utama lain yang membuat produksi menjadi terganggu.

Counterpoint memperkirakan, total unit smartphone yang dikirim pada 2021 ini tumbuh 6 persen per tahun menjadi 1,41 miliar unit. Jumlah tersebut turun dari perkiraan mereka sebelumnya di angka 9 persen atau 1,45 miliar unit.

Sumber: Counterpoint

Beberapa vendor smartphone dan perangkat lain melaporkan bahwa mereka hanya menerima 80 persen dari volume pesanan komponen utama selama kuartal kedua 2021. Sementara pada kuartal ketiga, kondisinya tampak semakin buruk di mana vendor hanya menerima 70 persen dari pesanan komponen utama mereka.

Kelangkaan chipset dan komponen semikonduktor sebenarnya telah menghinggapi pasar sejak kuartal keempat 2020 lalu. Untuk mengatasi hal itu, produsen berupaya memenuhi permintaan melalui komponen yang ada di penyimpanan mereka. Namun, jumlahnya dilaporkan terus mengalami penurunan.

Chipset sebagai salah satu komponen penting di smartphone juga mengalami kekurangan yang dipicu oleh tingginya permintaan setelah pandemi yang tidak dapat diimbangi oleh kapasitas produksi fabrikasi. Vendor seperti Qualcomm dan MediaTek amat bergantung pada proses fabrikasi pihak ketiga seperti TSMC yang pada akhirnya juga terkena imbas penurunan produksi chipset sehingga memengaruhi vendor smartphone secara global.

“Kelangkaan komponen semikonduktor tampaknya memengaruhi semua merek di ekosistem. Samsung, OPPO, Xiaomi semuanya telah terpengaruh dan kami menurunkan perkiraan kami. Tetapi Apple tampaknya menjadi yang paling tangguh dan paling tidak terpengaruh oleh situasi kelangkaan ini,” ujar Tom Kang, Direktur Riset Counterpoint.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.