Jerman Akui Aparatnya Gunakan Spyware Pegasus

Kepolisian Jerman dikabarkan membeli perangkat lunak Pegasus dari NSO Group pada akhir 2019. Pegasus disebut mampu menyalakan kamera atau mikrofon ponsel sekaligus mengambil datanya.
8 September 2021 12:26 WIB • Bacaan 2 menit
Pegasus Pegasus
Ilustrasi: Pexels/Anthony Shkraba

Pemerintah Jerman, sebagaimana diberitakan SecurityWeek, pada Selasa, 7 September 2021, mengakui bahwa kepolisian mereka menggunakan spyware Pegasus dari salah satu perusahaan Israel, NSO Group. Pengakuan tersebut diceritakan oleh seorang sumber dari parlemen kepada AFP.

Kepolisian Jerman dikabarkan membeli perangkat lunak Pegasus dari NSO Group pada akhir 2019. Pegasus disebut mampu menyalakan kamera atau mikrofon ponsel sekaligus mengambil datanya.

Sebelumnya, Pegasus menjadi perhatian global setelah daftar sekitar 50.000 target pengawasan tersebar pada Juli lalu. Target tersebut meliput jurnalis, aktivis, hingga politisi.

Salah satu politisi yang tercantum dalam daftar yang terekspos itu ialah Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Ia dikabarkan langsung mengganti nomor ponselnya setelah mengetahui hal itu.

Parlemen Jerman mengatakan, sebuah badan di negaranya menggunakan perangkat lunak tersebut dalam sejumlah kecil kasus. Belum jelas apakah badan intelijen mereka juga menggunakan Pegasus dalam operasinya.

Seorang anggota parlemen Jerman, Konstantin von Notz, mengatakan bahwa penggunaan aplikasi tersebut bagaikan mimpi buruk bagi supremasi hukum. Ia meminta penjelasan lengkap dari pemerintahan Kanselir Angela Merkel.

Keingintahuan yang sama juga ditunjukkan oleh kalangan jurnalis di Jerman. Sebab, kurang lebih 180 jurnalis disebut menjadi target dari aplikasi itu.

“Kami ingin tahu apakah jurnalis dimata-matai tanpa sepengetahuan mereka dan apakah sumber mereka masih aman,” ujar Frank Ueberall, Ketua Federasi Jurnalis Jerman.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.