Produsen Mobil Geely Akan Terjun ke Industri Smartphone

Perusahaan smartphone baru yang didirikan Geely akan berkantor pusat di Wuhan dan memosisikan diri di segmen premium.
29 September 2021 10:57 WIB • Bacaan 2 menit
Geely smartphone Geely smartphone

Sejumlah produsen teknologi dan smartphone seperti Google, Apple, dan Xiaomi telah membuat langkah untuk terjun ke industri otomotif, khususnya mobil listrik. Langkah tersebut seakan menjadi tren di kalangan vendor industri teknologi. Namun, langkah sebaliknya ditunjukkan oleh produsen mobil asal Cina, Geely, yang mengumumkan rencana untuk terjun ke industri smartphone.

Pendiri Zhejiang Geely Holding, Eric Li, dilaporkan mengumumkan rencana perusahaannya untuk merilis model pertama produksi perusahaan baru yang didirikannya dengan target tiga juta unit pada awal tahun 2023 mendatang.

Perusahaan yang baru dibentuknya tersebut ialah Hubei Xingji Shidai Technology Co. Ltd, dan telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis dengan otoritas Zona Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Wuhan.

Mengutip siaran pers Zhejiang Geely Holding, perusahaan baru tersebut nantinya akan mendirikan kantor pusat di Wuhan dengan fokus pada integrasi teknologi dan sumber daya global untuk mengembangkan perangkat pintar premium, termasuk smartphone, ke konsumen global.

Perusahaan smartphone baru ini akan memosisikan diri di segmen premium dengan menawarkan pengalaman luas mereka dalam desain, riset, manufaktur, pengembangan perangkat lunak, hingga rantai industri mereka.

“Ada hubungan erat antara teknologi dalam kokpit kendaraan cerdas dengan teknologi perangkat lunak smartphone. Tren utama di masa mendatang adalah menciptakan ekosistem pengguna lintas batas dan memberi pengguna pengalaman multi-layar yang lebih nyaman, lebih cerdas, dan terhubung dengan mulus,” ujar Eric Li.

Geely dikenal sebagai produsen mobil Cina pertama yang memproduksi kendaraan lokal pada 1997. Saat kemunculannya, mobil produksi perusahaan itu menjadi alternatif bagi kendaraan-kendaraan produksi Jepang bagi masyarakat Cina.

Pada 2010, Zhejiang Geely Holding mengakuisisi Volvo dan melakukan transfer teknologi dari Volvo ke mereka. Akuisisi tersebut merupakan langkah jitu Geely untuk terus berkembang. Produsen otomotif tersebut juga diketahui menjadi pemegang saham terbesar di dua perusahaan otomotif lain, yakni LYNK & CO dan Proton.

Geely sendiri masuk ke Indonesia pada tahun 2011 lalu. Namun, tidak seperti di pasar Cina dan global, kiprah mereka di Indonesia tidak terlalu mulus dan harus berakhir pada tahun 2017 lalu.

Kira-kira apakah perusahaan smartphone baru Geely ini akan dapat mengikuti sukses Xiaomi, OPPO, Vivo, dan realme di pasar global termasuk Indonesia? Kita nantikan saja kiprah mereka.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *