Pendapatan Xiaomi Cetak Rekor di Kuartal ke-2 2021

Pendapatan Xiaomi meningkat dari hasil pengiriman lini ponsel pintar yang meningkat tajam.
8 September 2021 11:32 WIB • Bacaan 3 menit
Pengiriman Xiaomi Pengiriman Xiaomi
Pengiriman dan pangsa pasar ponsel pintar Xiaomi secara global. Sumber: Counterpoint.

Xiaomi mencatatkan rekor pendapatan pada kuartal kedua tahun 2021 dengan pertumbuhan sebesar 64 persen secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut juga membuat laba bersih mereka melonjak 80 persen, juga dari periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Counterpoint pada Rabu, 8 September 2021, kinerja Xiaomi ini sebagian besar didukung oleh pengiriman ponsel pintar mereka yang kuat, mencapai 52,5 juta unit di kuartal kedua.

Xiaomi belakangan ini menempatkan fokus penjualannya pada pasar negara berkembang seperti Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika, serta Amerika Latin. Di Asia Tenggara penjualan tumbuh 99 persen. Sementara di Timur Tengah dan Afrika tumbuh 206 persen, dan di Amerika Latin tumbuh 229 persen secara tahunan.

Bahkan, di pasar Eropa yang jauh lebih maju, pengiriman Xiaomi masih dapat tumbuh sebesar 109 persen secara tahunan pada periode yang sama tahun lalu.

“Angka kami menunjukkan harga jual rata-rata (ASP) ponsel Xiaomi mencapai level tertinggi yang pernah ada di $185 pada Q2 2021. Ini merupakan peningkatan sebesar 7,3 persen secara yoy, didorong terutama oleh kinerja produk premium seperti seri Mi 11,” ujar Analis Senior Ivan Lam.

“Kami berharap Xiaomi menggandakan segmen premium untuk mengangkat mereknya di pasar dalam negeri Cina dan pasar ASP tinggi seperti Eropa Barat di mana kejatuhan Huawei telah meninggalkan kekosongan di kisaran premium,” imbuhnya.

Pertumbuhan pendapatan Xiaomi kali ini secara garis besar dapat dilihat dari tiga jenis segmen. Ketiganya ialah segmen ponsel pintar dengan pertumbuhan 86,8 persen, segmen layanan dengan 19,1 persen, dan segmen IoT dengan pertumbuhan 35,9 persen secara tahunan.

Sumber pendapatan Xiaomi dilihat dari berbagai lini bisnis. Sumber: Counterpoint.

Segmen ponsel pintar Xiaomi menyumbang kurang lebih dua per tiga dari total pendapatan Xiaomi di kuartal kedua tahun ini.

Analis Archie Zang mengatakan, Xiaomi masih memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatannya dari segmen layanan. Meski mencatat penjualan ponsel pintar hampir dua kali lipat, pertumbuhan pendapatan dari segmen layanan mereka sebenarnya masih tertinggal.

Pendapatan iklan Xiaomi naik sebesar 46,2 persen, sementara pendapatan dari layanan game turun 10,7 persen. Layanan game kemungkinan akan menghadapi tekanan disebabkan kontrol regulasi game online yang diterapkan pemerintah Cina.

Oleh karena itu, layanan iklan akan menjadi sangat penting bagi keberhasilan Xiaomi dari segmen layanan.

“Kami berharap iklan ini dapat meningkatkan kolaborasi dengan perusahaan internet terkemuka dan memperluas kemitraan di luar negeri,” ujar Zang.

Dalam laporan terpisah, Xiaomi juga menunjukkan kinerja positif atas kompetitornya di pasar perangkat sandangan (wearable). Canalys melaporkan, Xiaomi telah mengungguli Apple dengan melakukan pengiriman terbanyak atas produk perangkat sandangan mereka. Kinerja Xiaomi tersebut disinyalir didukung oleh momen peluncuran Mi Smart Band 6.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.