Pakar: Beri Vaksin Covid-19 bagi Anak Usia 5-11 Tahun Segera Setelah Disetujui

Para orang tua diminta untuk membekali diri dengan informasi-informasi yang valid dan akurat mengenai vaksin Covid-19 untuk anak-anak.
21 Oktober 2021 11:08 WIB • Bacaan 3 menit
Pfizer BioNTech ajukan izin vaksin Covid-19 untuk 5-11 tahun Pfizer BioNTech ajukan izin vaksin Covid-19 untuk 5-11 tahun
Ilustrasi: Unsplash/CDC

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) kemungkinan besar akan menyetujui penggunaan vaksin Pfizer untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun dalam waktu dekat. Sejumlah pakar menyarankan para orang tua untuk segera memberikan dosis vaksinasi bagi anak-anak mereka dalam rentang usia tersebut segera setelah vaksin disetujui.

Ahli Pediatrik Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern Feinberg, Dr. Nina Alfieri dan Dr. Jennifer Kusma, menyatakan bahwa para orang tua harus yakin untuk memberikan vaksin Covid-19 bagi anak mereka setelah FDA memberikan lampu hijau bagi vaksin Pfizer untuk usia 5-11 tahun.

“Vaksinasi untuk kelompok anak-anak ini (5-11 tahun) akan membantu mereka tetap bersekolah, kembali ke rutinitas mereka, melindungi kakek-nenek mereka, dan memungkinkan orang tua mereka untuk tetap bekerja dan melakukan kegiatan sehari-hari mereka,” kata Alfieri.

“Melindungi anak-anak dengan vaksinasi merupakan langkah penting dalam membantu memutus siklus anak-anak yang membutuhkan pengujian PCR dan karantina secara berkala dengan setiap gejala sakit yang mereka alami. Ini dapat memungkinkan anak-anak untuk memiliki rutinitas yang lebih konsisten selain melindungi kesehatan fisik mereka,” imbuhnya.

Sementara Dr. Jennifer Kusma mendorong para orang tua memberikan vaksinasi bagi anak-anak mereka atas dasar kebutuhan anak untuk bersosialisasi secara normal. Dengan vaksinasi, para anak diharapkan dapat kembali beraktivitas selayaknya sebelum pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami ingin anak-anak bersekolah dan bersosialisasi (setelah vaksinasi penuh) karena kami tahu itu sangat penting untuk kesehatan mental anak,” kata Kusma.

Para orang tua sendiri diminta untuk membekali diri dengan informasi-informasi yang valid dan akurat mengenai vaksin Covid-19 untuk anak-anak. Tentunya informasi-informasi tersebut harus bersumber dari pihak terpercaya.

“Kami sebagai dokter anak ingin menjadi narasumber untuk menjawab pertanyaan Anda atau meredakan kekhawatiran Anda terkait vaksin Covid-19,” ujar Kusma.

“Ini (vaksin Covid-19) adalah vaksin yang paling banyak dipelajari dalam sejarah vaksin. Ada banyak transparansi dalam proses ini dan itu adalah hal yang baik yang seharusnya membantu menumbuhkan kepercayaan,” timpal Alfieri.

Comirnaty, vaksin Covid-19 produksi BioNTech-Pfizer. Foto: Unsplash/Mika Baumeister.

Sebelumnya, Pfizer dan BioNTech melakukan uji klinis vaksin Covid-19 produksi mereka dengan melibatkan 2.268 anak-anak usia 5-11 tahun. Mereka diberikan dua dosis vaksin Pfizer 10 mikrogram dalam selang waktu 21 hari. Dosis tersebut sama dengan sepertiga dosis vaksin Pfizer untuk kalangan 12 tahun ke atas.

Para peneliti dalam uji klinis tersebut kemudian mengukur tingkat antibodi pada anak-anak pada satu bulan setelah menerima dosis kedua. Hasilnya, tingkat antibodi anak-anak yang terbentuk disebut mampu menetralkan virus korona dalam percobaan laboratorium.

Pfizer menyebut bahwa vaksin tersebut dapat ditoleransi dengan baik pada anak-anak dengan efek samping yang umumnya sebanding dengan apa yang dialami oleh kalangan usia 16 hingga 25 tahun.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.