Pertama di Dunia, El Salvador Jadikan Bitcoin sebagai Mata Uang Nasional

IMF telah memperingatkan agar tidak mengadopsi mata uang kripto, termasuk Bitcoin, sebagai alat pembayaran yang sah.
7 September 2021 17:58 WIB • Bacaan 2 menit
Bitcoin dolar Bitcoin dolar
Ilustrasi: Unsplash/Bermix Studio

El Salvador pada Selasa, 7 September 2021, menjadi negara pertama di dunia yang mengadopsi mata uang kripto Bitcoin sebagai mata uang resmi mereka. Negara tersebut akan tetap menggunakan mata uang dolar AS yang kini beriringan dengan Bitcoin.

Presiden El Salvador, Nayib Bukele, melalui cuitannya menjelaskan bahwa negara tersebut telah membeli 400 Bitcoin atau setara dengan $20,9 juta (harga saat pembelian). Pada tengah malam sebelum negara tersebut resmi mengadopsi Bitcoin, ia juga menyebut bahwa El Salvador akan segera membuat sejarah baru.

Rencananya, negara tersebut akan memiliki ratusan ATM baru yang dipasang untuk mengubah Bitcoin menjadi dolar bagi warganya. Mereka juga akan meluncurkan dompet digitalnya sendiri yang disebut Chivo. Di kemudian hari, pajak dan pembayaran lainnya dapat dibayarkan dengan mata uang Bitcoin.

Beberapa pihak menganggap langkah berani tersebut terlalu tergesa. Sebuah laporan menyebut, Presiden El Salvador mengumumkan rencana adopsi Bitcoin pada awal Juni. Tapi, tiga hari kemudian, para pendukungnya di Kongres telah mengesahkan undang-undang yang memungkinkan adopsi Bitcoin di negara itu dalam 90 hari.

Meski banyak didukung penggemar kripto, nyatanya jajak pendapat menunjukkan mayoritas penduduk El Salvador menentang ide tersebut. Mereka khawatir untuk menerima pembayaran dengan mata uang yang nilainya selalu berfluktuasi. Selain itu, sekitar 95 persen penduduk mereka juga tidak memahami Bitcoin. Persoalan keamanan juga menjadi isu tersendiri.

Adopsi mata uang kripto seperti yang dilakukan El Salvador sepertinya memang terlihat keren. Namun, komunitas keuangan internasional mengkritik keras langkah itu. IMF misalnya telah memperingatkan agar tidak mengadopsi mata uang kripto apapun sebagai alat pembayaran yang sah. Mereka beralasan bahwa langkah tersebut dapat berisiko terhadap stabilitas makroekonomi, integritas keuangan, dan pemborosan lingkungan (menghasilkan Bitcoin butuh tenaga listrik dalam jumlah besar).

Salah satu alasan El Salvador mengadopsi Bitcoin ialah untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi warga negaranya yang disebut masih banyak yang belum tersentuh layanan perbankan. Meski demikian, banyak pihak menganggap bahwa mendorong fintech untuk berkembang lebih jauh di negara itu masih jauh lebih masuk akal untuk meningkatkan inklusi keuangan di sana.

Baca Juga:

Pecandu Wi-Fi. Penggemar Linux. Pemuja aplikasi free dan open source. Berkomunikasi dengan sesama dalam bahasa HTML, CSS, dan sedikit JavaScript.
Berikan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.